Muhammad Ali Ramdhani, Ditjen Pendis Kemenag menyampaikan IAIN Kudus siap menuju UIN (05/11/2022). (Foto: Ichsan/Paradigma) |
PARIST.ID, Kudus - Direktur Jendral Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag Muhammad Ali Ramdhani mengatakan IAIN Kudus telah siap bertranformasi menjadi UIN Sunan Kudus pada tahun 2023 mendatang. Hal ini menimbang dari berbagai capaian yang diraih merupakan bukti pengakuan terhadap kualitas IAIN Kudus saat ini.
Demikian disampaikan saat pelaksanaan wisuda ke-32 IAIN Kudus yang dilangsungkan di aula Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus (JHK) kecamatan Jati. Kudus pada Sabtu (05/11/2022).
Ramdhani menyatakan pada tahun 2023 kedepan IAIN Kudus diharapkan sudah resmi bertranformasi menjadi UIN Sunan Kudus. Karena berdasarkan penilaian terhadap berbagai faktor pendukung yang ada, IAIN Kudus telah memenuhi syarat menjadi UIN.
“Baru-baru ini Prodi PGMI dan Prodi PIAUD dari Fakultas Tarbiyah berhasil meraih akreditasi unggulan yang merupakan bukti pengakuan serta dorongan menjadi UIN secepatnya. Juga IAIN Kudus saat ini, telah ada guru besar yang berjumlah 4 orang,” ucapnya ketika ditemui pada wisuda ke-31 IAIN Kudus.
Untuk kedepannya IAIN Kudus diharapkan dapat menjadi instansi pendidikan yang komprehensif, bersifat luas dan lengkap dalam pendidikan di Indonesia. Yakni dengan mengembangkan program sarjana S1, S2 dan S3, seperti yang diungkapkan Ramdhani bahwa sekarang ini IAIN Kudus sedang mengajukan pengadaan program pendidikan sarjana (S3).
“ Berdasarkan hasil evaluasi awal yang dilakukan, program Pendidikan S3 di IAIN Kudus sudah dapat dilaksanakan setelah diselesaikannya persyaratan yang bersifat administrative,” terangnya.
Lebih lanjut, Ramdhani menuturkan capaian yang diperoleh dalam bidang akademik berasal dari karya penelitian dan jurnal ilmiah IAIN Kudus, karena Qudus Internasional Journal of Islamic Studies (QIJIS). Ini merupakan peraihan serta pengakuan sebagai peringkat pertama karya tulis ilmiah terbaik se- Asia dalam bidang keagamaan.